Tips Lulus Uji Kinerja (Ukin) dalam PPG Daljab

  • 4 min read
  • Jan 07, 2022

Uji Kinerja (Ukin) merupakan tahapan terakhir dalam rangkaian proses PPG dalam jabatan. Meskipun persentase ketidaklulusan Ukin tidak sebanyak UP, tapi tetap saja ada yang gagal lulus PPG gara-gara nilai Ukin tidak mencapai passing grade. Berapa sih nilai passing grade Ukin? Silakan baca: Passing Grade Lulus Ukin PPG Daljab

Bisa dikatakan persentase ketidaklulusan mahasiswa yang disebabkan oleh Ukin tidak lebih dari 5%. Persentase ini tentu jauh jika dibandingkan ketidaklulusan UP yang angkanya bisa mencapai 50% bahkan di beberapa LPTK bisa di atas itu.

Penyebab Tidak Lulus Ukin PPG

Berdasarkan pengalaman penulis dan hasil sharing dengan rekan-rekan pejuang PPG, Ukin tidak lulus lebih disebabkan oleh hal-hal berikut.

Video pembelajaran tidak sesuai petunjuk

Ketentuan pembuatan video Ukin biasanya sudah dijelaskan oleh LPTK jauh sebelum Ukin dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat menyiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga dapat lulus di tahap ini. Pengambilan video Ukin umumnya ditentukan waktu pelaksanaannya. Jadi, peserta tidak bisa mencuri start untuk melakukan praktik mengajar. Pun demikian dengan batas unggah video tersebut di sistem.

Meskipun demikian, banyak juga di antara peserta PPG yang enggan membaca petunjuk dengan seksama sehingga video yang diunggah tidak sesuai kriteria. Misalnya: durasi kurang atau berlebihan dari ketentuan, video belum memuat proses belajar mengajar secara lengkap, serta format video tidak sesuai sehingga tidak terbaca oleh sistem.

Perangkat pembelajaran berbeda dengan video

Perangkat pembelajaran dan video yang diunggah seharusnya terdapat kesinambungan khususnya pada langkah-langkah pembelajaran. Meskipun demikian banyak ditemukan kasus antara perangkat (RPP, instrumen, LKPD) tidak sesuai/ tidak diterapkan dalam pembelajaran oleh guru. Tentu hal ini dapat menjadi penyebab nilai tidak mencapai passing grade. Terlebih jika kita mendapatkan penilai yang strike, hehe. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum mengambil video Ukin lebih baik disimulasikan terlebih dahulu. Video yang diunggah adalah video terbaik karya guru, sehingga proses editing video juga akan sangat menentukan keberhasilan Ukin.

Tidak menerapkan CPL dengan baik

Dalam mengajar guru harus mampu menunjukkan bahwa ia telah menguasai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) PPG dengan baik. Contoh yang paling mudah jika merujuk pada CPL pertama adalah bahwa guru harus memesona. Deskripsi memesona ini memang agak susah jika dijelaskan, tapi paling tidak ya guru itu harus rapi penampilannya, berwibawa, peduli, dan tegas (bukan galak). Untuk menunjukkan sikap tersebut bagaimana? misalnya kalau ngajar jangan pasang muka galak, cemberut tapi lebih ke periang, murah senyum, dan akrab. Ini sekali lagi berdasarkan pengalaman ya. Jadi meskipun kita keseharian di kelas mungkin galak (seperti saya) tapi waktu didokumentasikan ya buatlah senatural mungkin untuk murah senyum, wkwkw.

Oh ya, satu keterampilan penting yang menjadi penilaian adalah penguasaan terhadap TPACK. TPACK adalah kependekan dari Technology Pedagogical Content Knowledge. Secara sederhana dalam mengajar guru harus menguasai dan mengintegrasikan kemampuan mengajar, penguasaan materi, dan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini harus nampak semua ya dalam video, jangan ada yang terlewat. Tapi namanya guru, apalagi (mohon maaf) sudah tidak update teknologi biasa akan menjadi kesulitan tersendiri. Untuk share screen di zoom meeting saja banyak yang kesulitan.

Human Error

Meskipun kecil persentasenya yang namanya human error tetap saja bisa terjadi. Namanya juga manusia, ya kan? Pernah salah seorang teman salah upload file RPP Ukin, justru yang diupload adalah file RPP PPL yang belum diperbaiki. Parahnya lagi hal itu baru dia ketahui pada saat sudah lewat batas akhir unggah dan sistem sudah ditutup. Apa yang terjadi? Menangis, suediiih tentu.

Berbagai upaya telah dilakukan termasuk menghubungi panitia lokal di LPTK, namun disampaikan bahwa yang memiliki kewenangan untuk membuka kembali sistem adalah Panitia Nasional PPG. Untungnya selang dua hari kemudian dia mendapat kabar baik bahwa sistem akan dibuka selama 2 jam saja untuk memperbaiki human error yang dilakukan peserta di kesempatan pertama. Usut punya usut ternyata human error itu juga dilakukan oleh banyak orang, bukan hanya rekan saya saja, haha untung .. untung.

Akhirnya yang bersangkutan berhasil upload RPP dan untunglah dinyatakan lulus Ukin. Itulah sepenggal kisah mengapa Ukin tidak bisa diabaikan dalam PPG Daljab. Berikut saya berikan beberapa tips agar peserta PPG dapat lulus Ukin.

Tips Lulus Ukin PPG Daljab

Pilihlah materi yang dikuasai

Agar kita bisa mengajar dengan baik, penguasaan materi menjadi hal yang mutlak. Oleh karena itu, pilihlah materi yang benar-benar Anda kuasai dan Anda merasa nyaman untuk mengajarkan materi tersebut. Lebih baik lagi jika materi tersebut memang sesuai urutan materi dan bertepatan dengan jadwal pengambilan video Ukin. Jika tidak sesuai, bolehlah kita mengambil 1 atau 2 jam pelajaran khusus untuk mengajarkan materi dan mendokumentasikannya.

Banyak guru yang jika dilihat secara seksama justru kelihatan sekali tidak menguasai materi. Indikator yang paling tampak di antaranya guru hanya membaca power poin yang telah disiapkan tanpa ada usaha untuk menjelaskan secara detail materi tersebut. Ada juga yang penjelasannya tidak relevan dengan apa yang seharusnya diajarkan. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan betul jika kita ingin lulus Ukin.

Materi hendaknya dapat mengakomodasi skenario yang dibuat

Karena durasi video dan isi menjadi hal yang wajib dipenuhi, hendaknya pemilihan materi yang mudah mengakomodasi karakterisik dua hal tersebut harus diperhatikan. Karakteristik materi hendaknya mampu mengakomodasi skenario pembelajaran yang telah dituliskan. Misalkan kita mau menggunakan metode pembelajaran PBL, tapi karakteristik materi yang kita ajarkan tidak cocok jika menggunakan metode tersebut. Nah, hal ini justru akan sangat merepotkan.

Buat skenario sedetail dan seefektif mungkin

Skenario sangat penting saat membuat video Ukin. Apa saja yang harus Anda buat? Apakah sudah mengakomodasi petunjuk Ukin atau belum? Berapa lama saya harus mengajar? Bagaimana saya membuka pelajaran? Bagaimana saya mengondisikan kelas dalam ruang virtual? dan sebagainya adalah hal-hal yang mestinya diskenariokan dengan baik. Percuma Anda sudah membuat video dengan durasi panjang tetapi tidak sesuai petunjuk atau ada beberapa bagian yang dipersyaratkan justru tidak pernah muncul.

Skenario yang dibuat dapat disimulasikan terlebih dulu baik dengan siswa secara langsung maupun teman sejawat. Jika simulasi dengan siswa, Anda dapat merekam proses pembelajaran untuk kemudian dievaluasi. Hal-hal apa saja yang kurang dan perlu diperbaiki serta apa yang sudah baik dan harus ditingkatkan. Jika skenario dilakukan bersama teman sejawat, mintalah untuk memberikan saran dan masukan terhadap penampilan Anda.

Mintalah bantuan teman atau ahli media untuk editing

Saya yakin tidak semua guru memiliki kompetensi terkait pembuatan video baik itu pengambilan gambar maupun editing. Oleh karena itu, ada baiknya kita bisa meminta bantuan orang yang memang ahli di bidang ini. Apakah hal ini tidak dilarang oleh panitia? Tidak, justru hal itu dianjurkan. Paling tidak, meskipun mengajar Anda kurang baik, dengan bantuan tenaga ahli di bidang IT dapat menyulap menjadi video yang menarik untuk ditonton, hehe.

Memang banyak yang pakai jasa seperti ini? Lumayan. Mau bagaimana lagi, kalau edit sendiri ditonton malah bikin emosi dan gagal paham. Pengalaman teman yang edit sendiri, ketika video sudah dikirim ternyata resolusinya terlalu kecil sehingga gambar video pudar. Kalau sudah seperti itu pastilah nilai juga tidak akan maksimal.

Itulah sedikit sharing pengalaman mengenai penyebab ketidaklulusan Ukin PPG dan tips agar lulus Ukin PPG. Semoga informasi ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru pejuang PPG.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *