Tips Lulus PPG Daljab Berdasarkan Pengalaman Pribadi

  • 3 min read
  • Jan 12, 2022

Lulus PPG dan mengantongi sertifikat pendidik menjadi dambaan guru-guru di Indonesia. Selain pencapaian atas profesionalisme, sertifikasi juga meningkatkan kesejahteraan guru. Namun, untuk sampai pada tahapan tersebut ternyata tidaklah mudah. Faktanya, banyak guru yang telah mengikuti PPG berbulan-bulan lamanya pada akhirnya harus kecewa karena dinyatakan belum lulus.

Pada artikel ini saya akan bercerita pengalaman pribadi serta memberikan beberapa tips agar bisa lulus PPG dan mendapatkan sertifikat pendidik. Berdasarkan pengalaman, rata-rata penyebab ketidaklulusan PPG banyak disebabkan oleh Uji Kinerja (Ukin) dan Uji Pengetahuan (UP). Penyumbang ketidaklulusan terbesar jelas UP. Bahkan angka ketidaklulusan di setiap LPTK penyelenggara PPG pernah di atas 50%. Apakah UP begitu sulit sehingga banyak peserta berguguran? Sebetulnya tidak juga, asal kita menyikapinya dengan benar.

Kalau saya perhatikan, teman-teman yang gagal di UP sebenarnya bukan mereka yang sial di ujian akhir, tetapi mereka yang memang lengah dari awal. Ya, banyak teman-teman yang merasa memeroleh kemudahan pada saat pendalaman materi kemudian berpikir bahwa ujian akhir pun akan sama seperti itu. Sehingga banyak di antara peserta yang lengah: tidak mau membaca materi, tidak mau berkolaborasi, dan cenderung menyepelekan.

Sebenarnya apa yang diujikan dalam Ukin maupun UP merupakan pengetahuan yang telah kita pelajari dalam rangkaian kegiatan PPG. Jadi, ketika kita menyikapi dengan baik dari awal sebenarnya hasil akan mengikuti. Oleh karena itu, ini hal-hal yang dapat Anda lakukan jika ingin mengikuti jejak saya lulus PPG dalam jabatan.

Sikapi setiap tahapan dengan tepat

Jika kita telah menjadi peserta PPG, maka kita harus menyikapi setiap tahapan PPG dengan tepat. Menyikapi dengan tepat dalam konteks ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh, semangat, dan memperhatikan setiap instruksi yang diberikan LPTK penyelenggara. Banyak peserta PPG yang menyelesaikan tahapan-tahapan awal seperti pendalaman materi dan lokakarya karena merasa sudah bisa dan terbiasa. Memang, PPG itu sifatnya hanya mendalami kembali materi yang sebenarnya setiap hari telah dipelajari bahkan diajarkan kepada murid-murid di kelas. Memperbaiki beberapa miskonsepsi yang terjadi dan menemukan titik temu sehingga ada perbaikan dalam mengajar di kemudian hari.

Kolaborasi dengan teman sejawat

Karena pembelajaran PPG menggunakan pendekatan andragogi maka kolaborasi menjadi elemen penting dalam penentuan kelulusan. Lagi pula sudah tua-tua, hehe mau cari nilai apalagi cari muka dengan dosen, haha gak banget. PPG itu saatnya berkolaborasi dengan dosen dan teman sejawat. Dengan berkolaborasi akan banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang akan Anda dapatkan. Kaitannya dengan kelulusan apa bentuk kolaborasinya? Ya misalnya saja belajar kelompok, berbagi pengalaman dalam merumuskan skenario pembelajaran Ukin, membahas soal secara berkelompok, dan masih banyak lagi. Jadi, kalau Anda belajar seorang diri anggap saja memeroleh 5 pengetahuan baru, tapi dengan berkolaborasi mungkin saja Anda akan mendapat 100 pengetahuan baru.

Eksplorasi materi secara mandiri 

Mendalami materi yang ada di modul dan yang disampaikan dosen saat perkuliahan juga penting. Membaca kembali, merekonstruksi pengetahuan baru, dan mencoba menemukan inovasi adalah hal yang wajib dilakukan oleh mahasiswa PPG. Apalagi jumlah pertemuan untuk setiap modul sangat terbatas sementara materi dalam modul sangat banyak.

Perbanyak latihan soal

Soal UP PPG memang didesain dalam format Higher Order Thinking Skills (HOTS). Soal-soal ini menuntuk kemampuan berpikir tingkat tinggi agar bisa menemukan jawabannya. Tentu soal-soal tersebut telah diuji cobakan dan telah memenuhi kriteria layak dalam banyak aspek, misalnya keterbacaan, tingkat kesulitan, maupun daya pembeda opsinya. Wajar jika hampir semua opsi yang diberikan dalam soal terkadang kelihatan semua benar. Oleh karena itu, memperbanyak latihan soal sangat dibutuhkan. Dengan berlatih kita akan memahami karakteristik soal yang berbeda atau menemukan cara khusus untuk menyelesaikan soal-soal HOTS tersebut. Saat latihan, kita bisa menggunakan kisi-kisi soal yang dibagikan oleh panitia sebagai acuannya.

Berdoa jangan lupa

Jika hal-hal di atas telah Anda kerjakan jangan lupa perbanyak doa dan berbuat baik. Jika hal di atas adalah ikhtiar Anda, doa adalah pembuka pintu kelulusan.

Itulah tips singkat agar bisa lulus PPG berdasarkan pengalaman pribadi saya di tahun 2020. Semoga curahan hati ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan guru semua baik yang sedang  maupun yang akan melaksanakan PPG.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *