Rangkaian Kegiatan PPG Daljab Yang Harus Guru Ketahui

  • 3 min read
  • Jan 05, 2022

Sertifikasi merupakan impian bagi semua guru-guru di Indonesia. Terlebih bagi guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi tapi kesejahteraannya masih begitu-begitu saja. Profesi guru memang pekerjaan mulia, namun tidak semulia penghargaan yang diberikan atas profesi tersebut. Ya, sampai saat ini kita masih sering mendengar banyak guru yang hanya dihonor ratusan ribu rupiah saja untuk satu bulan mengajar. Tentu hal ini tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan kepada bangsa ini. Guru adalah garda terdepat dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang termuat dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah yang kemudian membuat banyak guru berharap dapat segera tersertifikasi.

Tujuan utama sertifikasi adalah meningkatkan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas mengajar. Efek lain, tentu agar dapur tetap mengepul haha.. Memang agak absurd jika membayangkan guru-guru kita yang sudah malang-melintang puluhan tahun masih diragukan kapabilitasnya. Masih diuji dengan serangkaian ujian yang saya yakin tidak semua dari mereka mampu lolos, karena memang terkadang tidak relevan dengan kondisi di lapangan. Namun apapun itu regulasi tetap harus dijalankan demi kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik. Begitulah kira-kira hehe.

Format Baru Sertifikasi Guru

Sejak Pendidikan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) dihapus, kini pelaksanaan sertifikasi guru dilakukan dalam bentuk Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ada dua format PPG yaitu PPG dalam jabatan dan PPG prajabatan. PPG dalam jabatan adalah kegiatan pengembangan profesi bagi guru yang telah mengajar di satuan pendidikan dalam masa waktu tertentu. Sementara itu, PPG prajabatan diperuntukkan bagi lulusan Perguruan Tinggi LPTK dan belum mengajar.

Kegiatan PPG Dalam Jabatan

Rangkaian kegiatan PPG daljab meliputi pendalaman materi,  lokakarya, ujian komprehensif, PPL, PTK, Ukin dan UP. Berikut penjelasan lengkap dari setiap tahap tersebut.

Pendalaman materi

Ada dua materi yang harus dikuasai pada tahap ini yaitu pedagogik dan profesional. Materi pedagogik terkait dengan bagaimana guru mengajar. Contoh materi pedagogik antara lain Pembelajaran Abad 21, Strategi Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, dll. Untuk materi profesional berkaitan dengan bidang studi yang diampu. Misalnya saya guru Matematika, berarti materi pedadogik yang saya pelajari adalah Matematika. Untuk sebaran materi, bisa saja berbeda dalam setiap pelaksanaan PPG daljab. 

Lokakarya

Lokakarya difokuskan pada kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran meliputi Kaldik, Jam Pelajaran, Silabus, RPP, dan Media Pembelajaran. Setelah menyusun perangkat pembelajaran, biasanya dosen akan menelaah dan memberi masukan terhadap perangkat yang telah dibuat. Tentu saja dengan melibatkan teman sejawat untuk memberi saran dan masukan.

Ujian komprehensif

Kegiatan ujian komprehensif sebagai rangkaian PPG Daljab mungkin ada, bisa juga tidak ada. Terkadang setiap kementerian memiliki kebijakan yang berbeda, misalnya antara Kemendikbud dan Kemenag bisa jadi berbeda. Ujian komprehensif bertujuan untuk mengukur kompetensi praktik (mengajar) dan pemahaman materi mahasiswa. Jadi, bisa dikatakan ujian komprehensif digunakan untuk mengukur ketercapaian belajar tahap pendalaman materi dan lokakarya. 

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

PPL idelanya dilakukan disekolah mitra LPTK. Namun, karena kondisi tertentu (Pandemi Covid-19) misalnya, PPL dapat dilakukan di sekolah masing-masing. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain rangkaian pelaksanaan PPG Daljab di masa pandemi memang sebagain besar dilaksanakan secara daring. Durasi PPL di masa pandemi lebih dipersingkat, antara 1-2 bulan. Selama melaksanakan PPL, mahasiswa harus melaporkan secara rinci apa yang telah dilakukan kepada dosen.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Pelaksanaan PTK seharusnya dilakukan bersamaan dengan kegiatan PPL. Namun karena keterbatasan waktu, biasanya LPTK akan menentukan jenis penugasan untuk PTK. Penugasan tersebut bisa berupa proposal, artikel, dan semacamnya.

Uji Kinerja (Ukin)

Mahasiswa harus melakukan praktik mengajar saat Ukin PPG Daljab. Jika pelaksanaanya daring, maka kegiatan belajar mengajar biasanya divideokan. Durasi video akan ditentukan oleh panitia nasional. Bukan hanya itu, mahasiswa juga harus menyertakan perangkat pembelajarannya. Dosen akan menilai kesesuaian langkah-langkah pembelajaran di RPP dan video. Yang lebih penting dari itu, adalah kualitas mengajar mahasiswa.  Oleh karena itu, mahasiswa wajib memahami kisi-kisi Ukin PPG Daljab dengan baik agar dapat mencapai passing grade Ukin

Uji Pengetahuan (UP)

Pada tahap ini mahasiswa harus mengerjakan sejumlah soal pilihan ganda dan harus mencapai passing grade tertentu agar dinyatakan lulus. Jumlah soal pilihan ganda berkisar antara 100-an soal. Soal-soal tersebut diambil dari seluruh materi yang telah dipelajari mahasiswa dari awal sampai akhir. Soal PPG biasanya identik dengan soal HOTS, sehingga untuk lulus memang butuh perjuangan ekstra. Oleh karena itu mahasiswa wajib memahami kisi-kisi UP PPG Daljab dengan baik.

Agar dinyatakan lulus PPG, mahasiswa harus lulus di setiap tahapan tersebut. Biasanya banyak mahasiswa gagal karena tidak lulus UP. Ada juga yang gagal karena tidak lulusa Ukin tapi persentasenya sangat sedikit. Mahasiswa yang tidak lulus UP dan/atau Ukin inilah yang disebut dengan retaker. 

Demikian, ulasan mengenai rangkaian kegiatan PPG Daljab yang pernah saya alami. Tentu rangkaian kegiatan tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Saya doakan semoga Bapak/Ibu guru yang akan mengikuti PPG Daljab dapat menyelesaikan semua tahapan dengan baik. 

Maju terus guru-guru Indonesia.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *